Five-level Quran memorization review.

Murojaah perjuangan

Murojaah hafalan yang baru dipelajari dan belum sepenuhnya tertanam dalam ingatan memang perlu dilakukan segera, kurang dari 24 jam. Pengulangan hafalan sangat penting karena terkadang hafalan baru mudah terlupakan jika tertimpa hafalan selanjutnya. Oleh karena itu, murojaah harus dilakukan sesegera mungkin sebelum hafalan tersebut benar-benar terlupakan dan sulit diingat kembali. Jika tidak, hafalan yang baru juga akan terlupakan begitu saja. Proses ini akan terus berulang hingga semua hafalan terintegrasi menjadi satu kesatuan yang utuh. Seringkali, untuk mencapai hafalan yang utuh, seorang penghafal Al-Quran perlu mengurangi target hafalan baru untuk sementara waktu. Oleh sebab itu, saya selalu menyarankan para penghafal untuk membatasi target harian agar memiliki waktu untuk mengukuhkan hafalannya. Bahkan setelah hafalan utuh, pengulangan dalam waktu kurang dari 24 jam tetap diperlukan, kemudian dapat ditunda hingga 2 hari, 3 hari, 1 minggu, dan seterusnya, sampai hafalan benar-benar mantap. Ini merupakan tahap murojaah yang memerlukan usaha keras.

Murojaah harapan

Murojaah hafalan yang telah sampai pada tahap aman, meskipun belum mutqin, biasanya dilakukan sambil melihat mushaf Al-Quran. Saya menyebutnya murojaah untuk memperlambat proses lupa. Hafalan yang belum mutqin, jika dimurojaah sambil melihat mushaf, akan menyebabkan hafalan yang telah masuk melalui mata dan tersimpan di hati, kembali keluar melalui mata dan tertuang di mushaf. Apa yang dilihatnya tidak akan menambah ingatan. Sebab, ingatan yang telah ada akan mengganggu proses pengamatan huruf-huruf dalam mushaf oleh mata. Yang terjadi hanyalah penyesuaian ingatan yang samar dengan apa yang dilihat sepintas dari mushaf. Artinya, hafalan tersebut pada akhirnya akan tetap lupa, namun prosesnya diperlambat dengan murojaah sambil melihat mushaf. Namun, metode ini sangat baik jika hafalan tersebut diulang kembali sebelum benar-benar lupa.

Murojaah pertahanan

Murojaah ini bertujuan untuk menjaga hafalan yang telah mahir agar tetap terpelihara. Murojaah dilakukan tanpa melihat mushaf dan tanpa terlalu memperhatikan kualitas bacaan, biasanya dengan tempo cepat agar target tercapai. Misalnya, jika seseorang telah menghafal 15 juz dan zona amannya adalah 3 hari, maka ia perlu membaca 5 juz per hari. Metode ini tidak meningkatkan, namun juga tidak mengurangi kualitas hafalan. Jika kualitas hafalannya 70, maka nilainya akan tetap 70, tidak menjadi 80 atau 60.

Murojaah menguatkan

Murojaah tersebut bertujuan untuk menyempurnakan hafalan yang telah baik, bukan sekadar memeliharanya. Biasanya dilakukan dengan memperhatikan kualitas bacaan dan memeriksa hafalan melalui mushaf; dibaca sekali tanpa melihat mushaf, lalu diulang sambil melihat mushaf, terutama pada ayat-ayat yang sering keliru, agar hafalannya lebih mantap. Bagi yang rajin murojaah setiap hari tanpa melihat mushaf, hafalannya biasanya akan sangat lancar, sehingga dapat membaca tanpa perlu berpikir.

Murojaah menikmati lezatnya Al-Quran

Pada tahap ini, perhatian terhadap target dan kualitas murojaah sudah berkurang. Sebab, mereka yang telah mencapai level ini lebih fokus pada penghayatan makna Al-Quran. Mereka mungkin hanya mengulang ayat-ayat tertentu dalam sehari, atau bahkan menyelesaikan tilawah Al-Quran dengan cepat tanpa memperhatikan kualitas. Bahkan, dalam kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa banyak generasi salaf yang mampu menyelesaikan tilawah Al-Quran hanya dalam waktu satu rakaat shalat.

Murojaah Al-Quran akan terasa nikmat dan indah di level manapun jika diniatkan untuk lebih dekat dengan Al-Quran dan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Sobat Quran Indonesia