Nabr Tajwid

Dalam membaca Al-Quran, terdapat teknik yang disebut Nabr Tajwid. Nabr sendiri berarti menekan suara sedikit lebih tinggi. Ada beberapa situasi di mana Nabr digunakan:

Pertama, ketika berhenti (waqaf) pada huruf yang memiliki tanda tasydid,

seperti pada kata فَطَلٌّ مُسْتَقِرٌّ. Namun, ada pengecualian untuk huruf-huruf tertentu seperti Gunnah (مّ/نّ) dan Huruf Qolqolah (ب ج د ط ق).

Kedua, Nabr digunakan ketika Wawu bertasydid didahului oleh harakat Dommah atau Fathah, seperti pada kata عَدُوٌّ dan تَوَّابًا.

Ketiga, Nabr juga digunakan ketika Ya bertasydid didahului oleh harakat Kasrah atau Fathah, seperti pada kata ِإِيَّاكَ dan وَلِلسَّيَّارَة.

Keempat, Nabr digunakan ketika berhenti pada Hamzah (ء) yang didahului oleh Mad, seperti pada kata بِالسُّوءِ dan وَالسَّمَاءِ.

Kelima, Nabr digunakan ketika huruf yang memiliki tanda tasydid didahului oleh Mad, seperti pada kata وَلاَ الضَّالِّينَ dan الصَّاخَّةُ.

Terakhir, Nabr juga digunakan pada tiga ayat tertentu dalam Al-Quran yang memiliki alif tatsniyah, yaitu pada surat Al-A’raaf ayat 22, Yusuf ayat 25, dan An-Naml ayat 15.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Sobat Quran Indonesia