Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai beragam cara membaca Al-Quran, terutama perbedaan kecepatannya. Ada yang membacanya sangat lambat, ada yang sedang, dan ada pula yang cepat bahkan sangat cepat. Apakah semua cara tersebut dibenarkan? Dan manakah cara membaca yang paling baik? Para ulama tajwid sepakat bahwa semua metode tersebut diperbolehkan, selama tidak meninggalkan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Mereka mengklasifikasikan berbagai cara membaca Al-Quran berdasarkan kecepatannya sebagai berikut:
1. At-Tartiil
Merupakan cara membaca Al-Quran dengan perlahan, teratur, tenang, dan memahami makna ayatnya, serta memperhatikan kaidah tajwid.
2. At-Tadwiir
Merupakan cara membaca Al-Quran dengan kecepatan sedang, namun tetap memperhatikan kaidah tajwid.
3. Al-Hadr
Merupakan cara membaca Al-Quran dengan cepat, namun tetap memperhatikan kaidah tajwid.
4. At-Tahqiiq
Merupakan cara membaca Al-Quran dengan sangat perlahan, lebih lambat daripada tartil. Metode ini sangat tepat bagi pemula yang sedang belajar.
Membaca dengan metode at-tahqiiq dan al-hadr perlu kehati-hatian. Pada metode at-tahqiiq, perlu diwaspadai kelebihan dalam pengucapan ghunnah dan mad yang terlalu panjang, serta penguluran harakat yang berlebihan sehingga dikhawatirkan menimbulkan huruf baru. Sementara pada metode al-hadr, yang perlu diwaspadai adalah kekurangan dalam pengucapan ghunnah dan mad, serta kemungkinan tercampurnya huruf atau kalimat yang menyebabkan kerancuan makna. Wallahu a’lam.