Hari ini kita akan membahas tentang ekspektasi para penghafal Alquran yang perlu diluruskan. Sebagai penghafal Alquran, kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu memiliki hafalan yang mutqin, yaitu hafalan yang lancar dan dapat dibaca tanpa melihat mushaf.
Namun, kita perlu menyadari bahwa hafalan yang mutqin tersebut tidak dapat diperoleh secara instan. Kita perlu berjuang dengan keras dan melakukan perjuangan yang panjang untuk menggapainya. Maka, tugas kita adalah berusaha istiqomah menunaikan kewajiban murojaah secara terus-menerus sampai hafalan kita lancar.
Kita perlu menyadari bahwa lupa ketika murojaah atau lompat ke ayat lain saat membaca hafalan adalah hal yang normal dialami oleh semua penghafal Alquran, baik pemula maupun senior. Jadi, tidak perlu berkecil hati ketika mengalami hal tersebut. Terus lakukan kegiatan murojaah dengan optimis.
Jika kita menemui kesalahan atau lupa di tengah murojaah, silakan buka mushaf untuk mengoreksi. Kelancaran hafalan Alquran adalah hadiah dari Allah subhanahu wa ta’ala bagi hambanya yang dianggap sudah layak menerimanya, yaitu mereka yang istiqomah terus-menerus berusaha melancarkan hafalannya tanpa berkeluh kesah.
Lupa hafalan di tengah-tengah murojaah adalah bukti bahwa kemampuan otak manusia terbatas. Semua atas kuasa dan izin Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh sebab itu, kita tidak boleh sombong dengan kecerdasan kita, sehingga mengesampingkan ikhtiar terus-menerus dan memohon pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.
Tetaplah murojaah dengan istiqomah, selesaikan kewajiban harian kita, dan selalu memohon pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala, karena kelancaran hafalan Alquran adalah pemberian dariNya.
Wallahu a’lam.