Ada beberapa point ringkasan terkait masalah ini
🔹Orang yang junub tidak boleh membaca dan menyentuh Al-Quran menutut 4 madzhab. Karena junub bisa segera diselesaikan. Namun berbeda dengan haidh. Ada syarat dan ketentuan tersendiri
🔹Beberapa pendapat Imam mazhab terkait membaca/menghafal saat haidh:
Syafi’i
– Membaca Al-Quran haram. Hanafi dan Hambali berpendapat sama.
– Boleh membaca Al-Quran tanpa suara
– Boleh membaca ayat Al-Quran yang biasa dijadikan dzikir dan doa.
Maliki
– Boleh membaca Al-Quran, tapi tidak memegangnya.
– Boleh membaca Al-Quran untuk belajar-mengajar dan menjaga hafalan
– Boleh menambah hafalan dengan syarat tidak boleh langsung khatam
🔹Syafii menyamakan junub dan haidh.
🔹Maliki membedakan junub dan haidh
🔹Menyentuh mushaf disepakati haram oleh 4 madzhab.
🔹Al-Quran dan Mushaf menurut Muhammad Ali As-Shabuni dalam kitab At-Tibyan fi Ulumil Qur’an:
Yaitu ‘Kalam Allah yang diturunkan bagi Nabi Muhammad penutup para nabi melalui perantara Jibril yang tertulis dalam mushaf-mushaf dan sampai pada kita melalui jalur mutawatir yang membacanya dinilai ibadah dan urutannya dimulai dari surah Al Fatihah hingga surah An Nas’. Sedangkan mushaf adalah ‘suatu lembaran-lembaran terjilid yang menghimpun ayat-ayat suci Al-Quran secara urut dan utuh’.
Lebih jelasnya simak video berikut: https://youtu.be/e5J83TeYXLI