Pada kesempatan ini, saya ingin membahas tentang cara membaca Al-Qur’an yang dilarang. Sebagai umat Islam, kita harus memahami bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya sekedar membaca, tetapi juga harus dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai dengan syariat Islam.
Dalam kitab Nihayatul Qoulil Mufid dan Haqqut Tilawah, disebutkan beberapa cara membaca Al-Qur’an yang dilarang, antara lain:
1. At Tarqish, yaitu berhenti pada huruf mati secara tiba-tiba.
2. At Tahzin, yaitu membaca dengan mimik atau gaya yang dibuat sedih atau hampir menangis.
3. At Tar’id, yaitu mengalunkan suara yang terlalu bergetar.
4. At Tathrib, yaitu mendendangkan dan melagukan Al-Qur’an.
5. At Tarji’, yaitu membaca dengan nada rendah kemudian tinggi dengan nada rendah lagi dan tinggi lagi dalam satu mad.
6. At Tahrif, yaitu membaca bersamaan beberapa orang suatu ayat yang panjang dengan bergantian berhenti untuk bernafas.
Selain itu, masih ada beberapa cara membaca Al-Qur’an yang dilarang, antara lain membaca dengan tempo yang amat lambat, membaca dengan sentakan-sentakan, membaca dengan memutus-mutuskan suara, membaca dengan tempo yang amat cepat, membaca dengan terlalu ringan atau lemah pengucapan sifat qalqalah, membaca dengan menebalkan huruf yang seharusnya tipis atau sebaliknya, dan membaca dengan melebihkan ukuran Mad Ashliy.
Marilah kita memahami dan menghindari cara-cara membaca Al-Qur’an yang dilarang tersebut, agar kita dapat membaca Al-Qur’an dengan cara yang benar dan sesuai dengan syariat Islam.
Wallahu a’lam. Terima kasih.