Para penghafal Al-Quran sebaiknya memperhatikan empat hal berikut agar hafalannya lebih kuat, insya Allah.
Beberapa penghafal Al-Quran mungkin kurang memperhatikan hal-hal penting yang sebenarnya tidak boleh dianggap sepele. Di antaranya adalah:
1. Bacaan
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kita untuk membaca Al-Quran dengan tartil. Menurut para ulama tajwid, tartil berarti menjalankan seluruh hak dan hukum bacaan dalam melafalkan ayat Al-Quran, meliputi sifat huruf, makhraj, tajwid, tempo, dan sebagainya.
Namun, ada beberapa penghafal Al-Quran yang hanya berfokus pada kelancaran bacaan tanpa memperhatikan apakah makharijul huruf sudah tepat, tajwid sudah diterapkan dengan benar, tempo bacaan sudah seragam, dan sebagainya.
Sebaiknya kita menghindari kesalahan hanya karena mengejar kelancaran hafalan, sehingga ayat-ayat yang kita baca tidak mendatangkan kebaikan di sisi Allah karena kita mengabaikan aturan-aturan-Nya.
2. Mushaf
Saya merasa sedih melihat mushaf Al-Quran di masjid tempat para santri menghafal diletakkan sembarangan, padahal telah tersedia tempat khusus untuknya. Hal ini menunjukkan kurangnya penghormatan kita terhadap mushaf yang kita gunakan sehari-hari untuk menghafal. Bagaimana mungkin Al-Quran dapat terpatri dalam diri kita jika kita tidak menghormatinya? Salah satu cara menghormati Al-Quran adalah dengan memuliakan mushafnya, meletakkannya di tempat yang layak, dan merawatnya dengan baik.
Perilaku meletakkan mushaf sembarangan juga menunjukkan kemungkinan seorang penghafal tidak menjaga dan hanya menggunakan satu mushaf dalam menghafal. Padahal, menggunakan satu mushaf saja sangat penting untuk mendukung kualitas hafalan. Dengan meletakkan mushaf sembarangan, ada risiko mushaf tersebut berpindah atau bahkan hilang. Jika mushaf tersebut tidak berada di tempat semula, penghafal mungkin akan menggunakan mushaf lain yang dijumpainya..
Jika hal tersebut terjadi, berarti terdapat dua kesalahan yang telah dilakukan. Pertama, kurang konsisten menggunakan satu mushaf sehingga sulit diingat. Kedua, menghafal menggunakan mushaf milik orang lain, tanpa memastikan izin pemiliknya. Oleh karena itu, wajar jika kita mengalami kesulitan dalam menghafal, seperti sulit memahami, sulit mengingat, dan mudah lupa.
3. Adab
Menghormati Al-Quran merupakan kewajiban bagi seorang yang menghafalnya. Sebagai perumpamaan sederhana, bagaimana kita bisa berharap dekat dengan seseorang jika kita tidak menghormatinya dan tidak menjaga sikap di hadapannya? Begitu pula dengan Al-Quran. Jika kita tidak mementingkannya, mengabaikannya, atau memprioritaskan hal lain daripada Al-Quran, maka janganlah kita heran jika hafalan kita sulit diingat dan mudah hilang.
4. Menghormati guru
Guru adalah perantara ilmu yang Allah berikan kepada kita. Melalui guru pula, Allah memberikan hidayah kepada kita. Oleh karena itu, kehadiran guru sangatlah penting. Sudah seharusnya kita menghormati guru, meskipun guru kita bukanlah manusia yang sempurna. Jika Allah menunjukkan kekurangan guru kita, tugas kita adalah menutupinya, bukan malah membenci beliau. Karena bisa jadi itu adalah ujian dari Allah, untuk menguji keikhlasan kita dalam belajar.
Menghormati guru bukanlah bentuk pemujaan. Menghormati guru adalah bentuk memuliakan ilmu. Dan dengan memuliakan ilmu, kita juga memuliakan pemilik ilmu tersebut.
Wallahu a’lam.