Murojaah Intensif
Murojaah intensif dilakukan dengan membaca tartil dan fokus. Metode ini cocok untuk memantapkan hafalan baru atau hafalan yang belum sempurna. Sebaiknya, sediakan waktu khusus agar lebih efektif, mengingat hafalan yang masih baru atau belum sempurna rentan terhadap kesalahan atau kelupaan. Jadwalkan murojaah ini minimal satu jam setiap hari.
Murojaah Santai
Murojaah santai diperuntukkan bagi hafalan yang sudah sempurna. Kita dapat melakukannya sambil beraktivitas lain, misalnya berjalan kaki, menyapu, mengendarai sepeda motor, bersepeda, berolahraga, dan sebagainya. Pastikan hafalan yang dimurojaah sudah sempurna, karena hafalan yang belum sempurna berisiko terjadi kesalahan. Murojaah santai berfungsi mempertahankan hafalan yang sudah sempurna, sehingga waktu luang dapat dimanfaatkan untuk murojaah intensif.
Murojaah Makmum
Murojaah ini kita laksanakan ketika menjadi makmum shalat. Kita menyimak dan mengikuti bacaan Imam. Murojaah ini sangat efektif jika Imam shalat kita juga seorang Hafizh yang mungkin membaca ayat-ayat selain surat-surat pendek dalam shalatnya.
Murojaah Menyimak
Murojaah menyimak dilakukan dengan menyimak murottal para Imam dan Qari. Biasanya murojaah ini dilakukan ketika kita tidak dapat melakukan murojaah serius, murojaah santai, atau murojaah makmum. Murojaah ini bermanfaat untuk mengoreksi bacaan dan menghafal irama para Imam atau Qari, sehingga bacaan kita kelak akan lebih baik.
Murojaah Setoran
Murojaah setoran dilakukan dengan menyetorkan hafalan kepada mustami. Tujuannya agar mustami dapat mengoreksi hafalan kita, karena kita mungkin tidak menyadari kesalahan bacaan atau hafalan ketika membaca sendiri.