Mampu menghafal seluruh Al-Quran 30 juz merupakan impian setiap mukmin. Oleh karena itu, mereka sangat bersemangat untuk meraih nikmat ini. Akan tetapi, tidak sedikit yang mengalami kesulitan dalam menghafal Al-Quran.
Meskipun telah beberapa kali mencoba, seringkali terjadi kelupaan. Hari ini hafal halaman 3, halaman 2 kemarin sudah lupa. Merasa lelah, kurang mampu, jenuh, dan hampir putus asa. Ketahuilah, Al-Quran adalah rahmat Allah dan putus asa adalah kesesatan serta perbuatan orang yang sesat.
قَالَ وَمَن يَقۡنَطُ مِن رَّحۡمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ
‘Dia (Ibrahim) berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat.” (Surat Al-Hijr, Ayat 56)
Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan kabar gembira dan motivasi bahwa mengalami kesulitan dalam menghafal Al-Quran adalah sesuatu yang baik. Bagaimana bisa? Mari simak penjelasan selanjutnya.
1. Pahala Berlipat Ganda
Satu huruf Al-Quran, satu kebaikan, dan satu kebaikan bernilai sepuluh pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dibalas dua kebaikan. Artinya, setiap hurufnya bernilai dua puluh pahala. Semakin sulit, semakin besar pahalanya. Kalikan dengan jumlah pengulangan Anda. Rasulullah bersabda,
“Orang yang mahir membaca Al-Quran, bersama para malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata akan mendapatkan dua pahala.” (Ahmad)
2. Prime Time
Al-Quran, seluruhnya adalah kebaikan. Jika belum lancar menghafalnya, berarti Anda telah bergiat dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik, karena tujuan menghafalnya adalah untuk mencari kebaikan. Semoga senantiasa beruntung.
3. Pahala Niat Tahfidz AI-Quran
Memiliki niat yang kuat untuk menghafal Al-Quran menunjukkan kesungguhan yang luar biasa. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebut 70 syuhada dalam tragedi sumur Ma’unah sebagai qori (hafidz), meskipun hafalan mereka belum sempurna.
Mengapa demikian? Bukankah mereka belum hafal Al-Quran sepenuhnya untuk dianggap sebagai hafidz?
Hal tersebut karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus melanjutkan proses menghafal. Oleh karena itu, meskipun belum hafal sepenuhnya, seseorang tetap dapat disebut hafidz selama ia terus berusaha menghafal. Bukankah pengakuan sebagai hafidz yang sebenarnya akan diputuskan di akhirat kelak?
4. Kepuasan Tersendiri
Mengaji Al-Quran ibarat memasuki taman indah nan nyaman. Tentunya Anda akan betah dan merasa tenteram di dalamnya, bukan ingin segera meninggalkannya. Allah SWT memberikan kenikmatan menikmati taman tersebut, baik Anda lancar maupun belum lancar menghafalnya. Senyumlah.
5. Terhindar dari Maksiat
Jika mengalami kesulitan menghafal, pastikan mata, telinga, dan lisan senantiasa terjaga dari perbuatan maksiat. Semakin lama masa tersebut, akan semakin baik.
6. Tak Sia-sia Menghafal aI-Quran
Menyentuh mushaf Al-Quran adalah suatu kehormatan, dan memandangnya terasa menyejukkan. Anda telah mendapatkan anugerah tersebut meskipun hafalannya belum tuntas.
7. Menggugurkan Dosa
Kadang kala kita melakukan banyak kesalahan. Baik yang disadari maupun tidak, disengaja maupun tidak. Semoga kegagalan menghafal menjadi penebus dosa kita ketika tidak ada jalan lain selain itu.
8. Disayang Allah
Mungkin kita belum hafal Al-Quran karena Allah sangat menyayangi kita. Allah tidak memberikan ayat-ayat-Nya kepada kita sebelum kita benar-benar layak menerima kasih sayang-Nya. Jika kita merasa tidak senang dengan keadaan ini, perlu kita renungkan kepada siapa sebenarnya kita telah mencintai selama ini.
9. Lelah Yang Terbayar
Menghafal lalu lupa memang melelahkan, tetapi kelelahan ini terasa memuaskan karena setiap usaha yang dilakukan dicatat sebagai amal saleh. Semakin sulit, semakin besar pahalanya.
Allah SWT adalah Al-Khaliq, bukan makhluk seperti manusia. Manusia mungkin tidak akan menghitung dan menghargai kegagalan kita, tetapi Allah SWT akan menilai dan mensyukuri setiap usaha hamba-Nya, sekecil apa pun.
وَمَن يَقۡتَرِفۡ حَسَنَةٗ نَّزِدۡ لَهُۥ فِيهَا حُسۡنًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ شَكُورٌ
“Dan barangsiapa mengerjakan kebaikan, niscaya Kami akan menambahkan kebaikan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. Asy-Syura: 23)”
10. Road to Ikhlas
Melihat hikmah-hikmah tersebut, kesulitan menghafal Al-Quran mungkin pertanda bahwa Anda sedang berada di jalan menuju hidayah. Artinya, Anda sedang dijauhkan dari nafsu. Kejauhan dari nafsu menandakan kedekatan dengan keikhlasan, dan keikhlasan akan melahirkan mujahadah yang hebat.