Jangan Di Ghosting, Ini Adab Simpel ke Guru Ngaji

Menghilang Tiba Tiba Kayak Ditelan Bumi

Pernah dengar istilah ghosting di dunia percintaan atau pertemanan. Rasanya pasti sangat tidak enak kalau ditinggal pergi tanpa kepastian. Nah, ternyata fenomena ini juga sering banget terjadi di dunia menghafal Al Qur’an. Banyak teman teman yang tiba tiba menghilang begitu saja dari grup setoran atau tidak pernah membalas pesan gurunya saat mereka memutuskan untuk berhenti menghafal. Biasanya alasannya cukup klasik, mulai dari merasa malu karena hafalan belum lancar, merasa bersalah, hingga takut dimarahi kalau berterus terang mau berhenti.

​Padahal Guru Tidak Akan Melarang

Coba kita pikirkan pelan pelan. Guru ngaji atau pembimbing hafalan itu bukan bos perusahaan yang akan menahan nahan kamu kalau mau mengundurkan diri. Kalau memang kamu sedang sibuk bekerja, kelelahan mental, atau sekadar butuh jeda waktu istirahat, sampaikan saja baik baik. Tidak mungkin seorang guru akan melarang atau marah jika itu memang sudah menjadi keputusan bulat sang murid. Mereka sebenarnya cuma butuh kabar agar tidak bingung mencari tahu ke mana perginya kamu. Menghilang tanpa pamit itu justru hanya akan menambah beban pikiran mereka.

​Adab Adalah Kunci Kelancaran Sinyal

Menghormati guru itu pada dasarnya adalah kewajiban mutlak buat kita sebagai murid, terlepas dari gurunya minta dihormati atau tidak. Ingat, guru yang tulus tidak pernah gila hormat atau minta dispesialkan. Tapi dari sudut pandang kita sebagai pencari ilmu, adab yang baik adalah kunci pembuka kemudahan. Kadang kita merasa hafalan susah banget masuk atau gampang banget lupa. Coba cek lagi bagaimana adab kita ke guru. Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata bahwa beliau rela menjadi hamba bagi siapa saja yang mengajarinya walau cuma satu huruf. Keberkahan ilmu itu ibarat sinyal internet. Kalau adab kita bagus, kelancaran sinyalnya terjamin, dan hafalan pun jadi jauh lebih mudah menempel di kepala.

​Satu Pesan Singkat Hari Ini

Sekarang coba ingat ingat lagi. Apakah ada guru ngaji atau pembimbing hafalan yang dulu sempat kamu tinggal pergi begitu saja tanpa pamit. Kalau ada, kamu sama sekali tidak perlu merasa gengsi atau terlalu banyak overthinking. Ambil ponsel kamu hari ini juga. Ketik pesan singkat untuk sekadar menyapa, meminta maaf karena dulu sempat terputus komunikasinya, dan ucapkan terima kasih atas ilmu yang pernah diberikan. Pamit baik baik itu jauh lebih melegakan batin daripada lari dari kenyataan. Mari kita mulai perbaiki adab yang kelihatannya sepele ini sekarang juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Sobat Quran Indonesia