Sobat Quran yang dimuliakan Allah, setiap manusia yang beriman pasti akan diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Baik dia seorang penghafal Al-Quran maupun tidak. Ujian ini dapat berupa kesulitan, penderitaan, atau kesedihan. Namun, sebagai seorang muslim, kita harus menyikapi ujian ini dengan sabar dan ridha.
Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 155, disebutkan bahwa Allah akan menguji kita dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Namun, Allah juga berjanji bahwa orang-orang yang sabar akan mendapatkan ampunan dan rahmat dari-Nya.
Lalu, bagaimana cara menyikapi ujian dari Allah SWT? Berikut beberapa tips yang dapat kita lakukan:
1. Menerima dengan sabar dan ridha: Terima ujian sebagai kehendak Allah. Perbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah untuk keluar dari kesulitan.
2. Bersyukur atas nikmat yang masih dimiliki: Karena seberat apapun penderitaan dan ujian yang kita alami, masih tidak sebanding dengan besarnya nikmat Allah yang diberikan.
3. Memohon ampun atas kesalahan: Senantiasa memohon ampun atas kesalahan yang kita lakukan.
4. Tetap tenang dan tidak panik: Jangan biarkan emosi menguasai, sehingga tindakan yang kita ambil dalam menyikapi ujian tersebut adalah tindakan yang dipikirkan dengan kepala dingin.
5. Cari jalan keluar dari masalah: Jangan terlalu memikirkan masalahnya namun fokuslah pada jalan keluarnya.
6. Tetap berharap pada pertolongan Allah: Dan lihat sisi baik dari ujian.
7. Evaluasi diri: Selalu evaluasi diri dengan mengidentifikasi kesalahan atau kekurangan kita, kemudian lakukan perubahan positif.
8. Berbagi dengan orang lain: Dan tidak ada salahnya berbagi dengan keluarga, teman, atau ulama yang dapat memberi nasihat dan penguatan terhadap diri kita.
9. Tetap fokus pada aktivitas positif: Dalam hal ini adalah menyelesaikan target hafalan Al-Quran dengan sebaik-baiknya.
Dengan melakukan tips di atas, kita dapat menyikapi ujian dari Allah SWT dengan sabar dan ridha. Semoga kita semuanya dimudahkan dalam menghadapi ujian-ujian yang menimpa kita.
Barakallahu fiikum.