Prioritas tilawah dan murojaah bagi penghafal Al-Qur’an di bulan Ramadan

Bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Bagi seorang penghafal Al-Qur’an, tentu ingin memaksimalkan ibadah di bulan ini. Tapi, seringkali muncul pertanyaan: mana yang lebih utama, tilawah atau murojaah?

Idealnya, kita bisa menjalankan keduanya. Murojaah harian tetap jalan, target tilawah juga tercapai. Namun, kadang waktu dan tenaga terbatas. Jika harus memilih, maka murojaah hafalan lebih utama. Kenapa? Karena menjaga hafalan itu wajib bagi seorang penghafal.

Murojaah itu bukan sekadar mengulang hafalan, tapi juga bagian dari membaca Al-Qur’an. Jadi, saat kita murojaah, pahala tilawah otomatis didapat. Sedangkan tilawah, belum tentu termasuk murojaah.

Bayangkan, jika kita murojaah 1 juz, lalu mengulanginya 10 kali agar lancar, bukankah itu sama dengan membaca 10 juz? Pahala tilawahnya pun berlipat ganda.

Tapi, bukan berarti tilawah diabaikan. Seorang penghafal yang baik harus pandai mengatur waktu. Utamakan Al-Qur’an di atas kesibukan lain. Dengan begitu, murojaah dan tilawah bisa berjalan beriringan, sama-sama mendatangkan pahala di bulan Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Sobat Quran Indonesia